Home Featured Bukti Pasangan Selingkuh Diberikan Kesempatan Kedua?

Bukti Pasangan Selingkuh Diberikan Kesempatan Kedua?

by disiniadmin

Didalam kehidupan berumah tangga tidak selalu selamanya itu bisa berjalan sesuai dengan keinginan. Dalam sebuah hubungan, tak sedikit juga pasangan suami-istri harus juga dihadapkan oleh beragam permasalahan sampai atau mungkin bisa menimbulkan suatu konflik, seperti masalah dari finansial sampai pada hubungan pasangan berselingkuh.

Mengetahui bahwa pasangan berselingkuh tentu menyakitkan sehingga akan menimbulkan pertanyaan dalam hati, perlukah kita memaafkan serta memberikannya kesempatan yang kedua?

pasangan berselingkuh

Perselingkuhan didalam ikatan hubungan pernikahan tentu merupakan kondisi yang bisa dibilang cukup rumit. Ada banyak faktor-faktor pemicu yang dapat menyebabkan itu bisa terjadi, seperti hal kecil seperti terhambatnya jalinan komunikasi pasangan.

Tidak cukup itu saja, seorang Psikolog Klinis Pingkan Rumondor yang didalam account Instagram pribadinya mengingatkan bahwa pentingnya suatu pasangan suami-istri dapat memahami terlebih dahulu definisi serta batasan dari hubungan perselingkuhan itu sendiri.

Beliau memberikan saran atau sebuah tips, bahwa memang sebaiknya didalam hubungan pasangan sangat perlu melakukan komunikasi terkait arti atau pandangan mengenai hubungan perselingkuhan bagi diri masing-masing pasangan. Hal ini dilakukan bertujuan untuk:

  • Memperjelas bagaimana sebenarnya sebuah bentuk komitmen Anda dan juga pasangan ketika menjalin suatu hubungan.
  • Mengurangi adanya salah-paham karena Anda dan juga pasangan mempunyai pandangan berbeda dalam konsep perselingkuhan.

Rekomendasi : Memata-matai suami berselingkuh

Bagaimana ciri pasangan yang bisa dikatakan selingkuh?

Secara harfiah, perselingkuhan merupakan suatu perilaku yang melanggar komitmen dengan pasangan. Seorang penulis buku Bukan Move On Biasa tersebut ini juga membagikan beberapa batasan-batasan selingkuh, atau tolak ukur seseorang dapat dikatakan berselingkuh. Seperti pada 3 kondisi dibawah ini.

  • Timbul ketertarikan baik secara fisik maupun emosional dengan orang lain
  • Adanya kedekatan emosional dengan orang lain
  • Merahasiakan ketertarikan dan kedekatan tersebut dari pasangan resmi

Jadi, kalau merasakan nyaman berchatting dengan lawan jenis, yang dilakukan terus-terusan serta dirahasiakan dari pasangan, maka itu sudah dapat dibilang sebagai pertanda selingkuh secara emosional,” tulis Pingkan dalam akun Instagram milikinya.

pasangan yang melakukan selingkuh

Mengapa seseorang memilih untuk selingkuh?

Semua orang pastilah mempunyai motivasi yang berbeda-beda ketika memutuskan untuk melanggar perjanjian atau komitmen hubungan pernikahannya. Hasil penelitian yang dilakukan ditahun 2018 oleh seorang psikolog bernama McNulty, dkk, ada beberapa faktor perkiraan atau prediksi yang memungkinkan dapat terjadinya seseorang berselingkuh.

Faktor-faktor tersebut di antaranya:

  • Tidak puas dengan hubungan pernikahan
  • Semakin muda usia seseorang, maka semakin besar kemungkinan dia selingkuh
  • Kurangnya kepuasan dalam hubungan seksual
  • Daya tarik. Untuk wanita; semakin dia terlihat menarik, malah semakin kecil kemungkinan dia untuk selingkuh.
  • Untuk laki-laki, justru dilihat dari daya tarik pasangannya; semakin pasangan laki-laki tersebut memiliki daya tarik yang tinggi, maka kemungkinan laki-laki selingkuh pun akan semakin rendah
  • Pengalaman hubungan seksual. Untuk laki-laki; semakin dia banyak berhubungan seks sebelum nikah, maka semakin besar kemungkinan dia selingkuh. Sebaliknya, perempuan yang memiliki sedikit pengalaman seksual sebelum menikah, malah memiliki kecenderungan tinggi untuk selingkuh.

Pasangan yang selingkuh perlukah dimaafkan?

Belum lama ini, Rania, bukan nama sebenarnya, menceritakan pengalamannya dikhianati oleh suaminya. Pernikahan yang telah dibina hampir 13 tahun sempat berada di ujung tanduk lantaran ia memergoki sang suami selingkuh.

“Selama ini suami saya memang sering tugas ke luar kota. Ini sudah jadi hal yang lumrah. Tapi setahun belakangan, nggak tau kenapa perasaan saya sering nggak enak kalau suami bertugas. Apalagi saat suami terlhat menyembunyikan sesuatu. Handphone-nya tiba-tiba dikasih password, dan makin sering tugas ke luar kota. Hingga pada suatu hari saya membaca WhatsApp dari selingkuhannnya.

Marah, sedih, benci, rasanya semua jadi satu. Ketika itu saya hanya berpikir untuk minta cerai, nggak sanggup melanjutkan pernikahan kalau sudah dibohongi seperti itu. Saya tidak yakin bisa memaafkan dan melanjutkan pernikahan kami.”

Apa yang dirasakan Rania, mungkin akan dialami oleh perempuan atau istri mana pun yang mengetahui pasangannya selingkuh. Biar bagaimana pun selain rasa cinta dan kasing sayang, kepercayaan dua orang dalam suatu hubungan itu ibarat lem utama yang dapat memperkuat tali pernikahan. Dan kepercayaan ini tentunya berkaitan dengan bagaimana Anda dan pasangan saling memiliki komitmen untuk tidak saling menyakiti.

Ketika perselingkuhan terjadi di dalam penikahan, maka bisa diartikan bahwa kepercayaan salah satu pihak dalam hubungan pernikahan bisa mulai memudar. Meskipun begitu, perceraiakan memang bukan satu-satunya jalan yang bisa ditempuh.

Buktikan dengan jasa detektif mata-mata pasangan selingkuh – Eye Detective

Hal inilah yang disampaikan oleh Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. Ia mengatakan, meskipun memafkan pasangan yang telah selingkuh bukan perkara mudah, hal ini tentu saja tetap bisa dilakukan. Bahkan, psikolog yang kerap disapa Nina Teguh ini menyarankan, sebelum meluapkan dan meledakan emosi pada pasangan, ada baiknya kita melakukan intropeksi lebih dahulu.

Ia mengatakan langkah ini bisa membantu mencari tahu alasan di balik mengapa pasangan selingkuh. Menurutnya, saat peselingkuhan terjadi maka yang diperlukan adalah kerjasama antara kedua belah pihak untuk memperbaikinya.

Sementara, psikolog klinis Stephen A. Diamond Ph.D dalam artikel yang ia tulis di situs Psychology Today juga menjelaskan, bahwa memaafkan pasangan yang selingkuh merupakan hak setiap individu. Artinya, masing-masing orang punya pilihan untuk memaafkan atau pun tidak memaafkan pasangannya yang selingkuh.

Namun, apabila pasangan melakukan kesalahan sama berulang kali dengan pola yang persis, maka akan lebih bijaksana untuk mengakhiri hubungan yang ada. Karena bagaimana pun, hubungan yang sehat adalah ketika pasangan bisa saling menghargai satu sama lain.

Perselingkuhan hal yang kompleks

Perselingkuhan juga merupakan hal yang kompleks, terutama dalam hubungan pernikahan. Parents mungkin merasakan beragam hal ketika mengetahui pasangan Anda berkhianat. Berikut merupakan beberapa tips agar Anda tetap sehat baik dalam hal fisik maupun mental ketika menghadapi pasangan yang selingkuh:

  • Tidak ada salahnya merasa marah, sedih, atau pun kecewa. Namun, jangan sampai perasaan tersebut menyelimuti Anda terus-menerus.
  • Hindari melakukan berselingkuh balik. Karena bagaimana pun, balas dendam bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah atau pun menjamin pasangan Anda tidak melakukan kesalahan yang sama.
  • Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, pasangan, dan orang ketiga atas perselingkuhan yang ada. Anggap musibah tersebut sebagai salah satu pelajaran hidup yang kelak membuat Anda menjadi pribadi yang lebih kuat lagi.
  • Tetap menjaga diri; jangan berlarut dalam kesedihan sehingga Anda mengabaikan kesehatan.
  • Usahakan agar anak tidak mendapatkan imbas atas masalah perselingkuhan.
  • Jangan ragu untuk cari bantuan dan berkonsultasi dengan tenaha ahli.

Memaafkan pasangan yang telah selingkuh maupun tidak, tentu saja bersifat personal. Semua akan kembali kepada diri masing-masing.

Rekomendasi : Detektif Swasta Wanita Indonesia

Faktanya, memang tidak ada pernikahan yang sempurna. Selain itu, Anda pun berhak bahagia. Oleh karena itu, jika pernikahan suda dirasa tidak sehat, tidak ada salahnya melepaskannya.

“Komitmen itu bersifat dua arah. Hubungan yang senantiasa merusak kepercayaan atau bahkan berimbas menyakiti salah satu pihak, itu sama sekali tidak dapat diterima. Memaafkan adalah pilihan, dan rujuk tidak selalu menjadi solusi yang tepat. Jangan sampai kita terjebak dalam lingkaran kesalahan yang sama,” tutup Stephen.

0 comment

Related Posts

Leave a Comment

//onemboaran.com/afu.php?zoneid=3023287
error: Content is protected !!
Optimized with PageSpeed Ninja